Dec 13, 2019

, , , ,

Renungan Jumaat : Contoh Perilaku Ikhlas, Sabar Dan Pemaaf Dalam Kehidupan Sehari-hari

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
ASSALAMUALAIKUM DAN SALAM SEJAHTERA,
Image result for Contoh Perilaku Ikhlas, Sabar Dan Pemaaf Dalam Kehidupan Sehari-hari
Contoh Perilaku Ikhlas, Sabar dan Pemaaf dalam Kehidupan Sehari-hari
Ikhlas, sabar, dan pemaaf merupakan perilaku terpuji yang harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

1 . Perilaku Ikhlas dalam Kehidupan Sehari-hari. Secara harfiyah, ikhlas artinya tulus dan bersih. Adapun menurut istilah, ikhlas ialah mengerjakan sesuatu kebaikan dengan semata-mata mengharap rida Allah Swt. Bagi orang yang ikhlas, suatu perbuatan baik tidak harus dikaitkan dengan imbalan atau balasan, melainkan semata-mata ingin mendapatkan rida Allah Swt. 
Jadi meskipun tidak mendapat imbalan apa pun dan dari pihak mana pun, akan tetap melakukan perbuatan baiknya tersebut. “Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah Swt. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah Swt akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar."  (QS. an-Nisa' : 146) 

Perilaku ikhlas sebagai penghayatan dan pengamalan QS. an-Nisa' ayat 146 dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan dengan cara:

  • Gemar melakukan perbuatan terpuji dan tidak di pamerkan kepada orang lain; 
  • Ikhlas dalam beribadah, semata-mata karena Allah Swt.; 
  • Tidak mengharapkan pujian atau sanjungan dari orang lain; 
  • Selalu berhati-hati dalam bertindak atau berperilaku; 
  • Tidak pernah membezakan antara amal besar dan amal kecil; 
  • Tidak menghitung-hitung apalagi mengungkit-ungkit kebaikan yang pernah diberikan kepada orang lain

2. Perilaku Sabar dalam Kehidupan Sehari-hari. Sabar berasal dari kata “sobaro-yasbiru” yang artinya menahan. Dan menurut istilah, sabar adalah menahan diri dari kesusahan dan menyikapinya sesuai syariah dan akal, menjaga lisan dari celaan, dan menahan anggota badan dari berbuat dosa dan sebagainya. 

Sabar adalah sikap hati yang muncul pertama kali ketika mendapatkan ujian maupun musibah. Bila menghadapi musibah dan respon pertama yang muncul adalah kalimat istirja (inna lillahi wa inna ilaihi roji’un) ataupun sejenisnya, maka itu adalah salah satu ukuran kesabaran.  “Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah Swt beserta orang-orang yang sabar." (QS. al- Baqarah :153) 

Perilaku sabar sebagai penghayatan dan pengamalan QS. al-Baqarah ayat 153 dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan dengan cara sebagai berikut.
  
a. Sabar dalam menjalankan perintah Allah Swt., seperti: 

1) Ketika mendengar azan segera menuju ke masjid untuk melaksanakan salat berjamaah; 
2) Ketika bel berbunyi segera masuk kelas untuk mengikuti pelajaran; 
3) Saat orang tua memanggil, segera menghadap dan menemui agar tidak mengecewakannya. 

b. Sabar dalam menjauhi maksiat atau meninggalkan larangan Allah Swt., seperti:-

1) Ketika diajak melakukan perkara-perkara dilarang segera menolak dan menghindari teman-teman yang bersekongkol ke arah kejahatan; 
2) Saat diajak tawaran segera menolak dan menjauhi teman-teman yang mengajaknya; 
3) Tidak cepat marah dan main hakim sendiri. 

c. Sabar dalam menerima dan menghadapi musibah, seperti: 

1) Ketika terkena musibah sakit tidak mengeluh dan tidak putus asa untuk berusaha mencari ubatnya; 
2) Ketika terkena musibah tidak mengeluh dan tidak menyalahkan Allah Swt dan orang lain. 
3. Perilaku Pemaaf dalam Kehidupan Sehari-hari. Pemaaf bererti orang yang rela memberi maaf kepada orang lain. Sikap pemaaf bererti sikap suka memaafkan kesalahan orang lain tanpa sedikit pun ada rasa benci dan keinginan untuk membalasnya.

Dalam bahasa Arab sikap pemaaf disebut al-‘afw yang juga memiliki arti bertambah (berlebih), penghapusan, ampun, atau anugerah. “(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah Swt menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali-Imran :134) 

Perilaku pemaaf sebagai penghayatan dan pengamalan QS. Ali-Imran ayat 134 dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan dengan:

a. Memberikan maaf dengan ikhlas kepada orang yang meminta maaf; 
b. Meminta maaf atas kesalahan yang diperbuat; 
c.Tidak memendam rasa benci dan perasaan dendam kepada orang lain.

Sumber : https://www.bacaanmadani.com

Share:

7 comments:

Suka tak dengan N3 saya, kalau suka dan rasa terhibur boleh la tinggalkan komen anda.. Terima kasih

NUFFNANG